Artikel


Outbond : Kegiatan Penyegar Dalam TOT - WDD (Whole District Development) Di Provinsi Kalimantan Barat

Outbond menjadi satu kegiatan yang nge-trend di banyak kegiatan pelatihan. Kegiatan ini sebenarnya sudah lama dilakukan dalam banyak kegiatan pelatihan di perusahaan, baik perusahaan milik negara maupun perusahaan swasta. Outbond juga merupakan kegiatan penyegar dalam kegiatan TOT-WDD yang diselenggarakan ABEP (Australia Indonesia Basic Education Program) di Provinsi Kalimantan Barat.

Tanggal 5 Agustus 2008 : Cucuku Acha Menginjak Usia Dua Tahun

Fazla Athaya Prabudi (Cute Acha). Demikianlah nama yang diberikan oleh ayahnya kepada cucu pertamaku, dari anak keduaku perempuan, Dian Septiana. Cucuku akan merayakan ulang tahunnya yang kedua, tanggal 5 Agustus 2008 ini. Sayang pada saat itu aku harus bertugas ke Makassar selama empat hari. Tak mengapa, tulisan ini menjadi catatan tentang pertumbuhkembangan cucuku ketika menginjak usia lima tahun.

Apa Yang Salah Tentang Pendidikan Nasional Kita : Sebuah Catatan Kecil Terhadap Buku “Landasan Dan Arah Pendidikan Nasional Kita” Karya Prof. DR. Soedijarto, MA

Siapa yang tidak kenal Prof. Dr. Soedijarto, MA? Beliau adalah mantan birokrat. Mantan Dirjen Pendidikan Luar Sekolah, Pemuda dan Olahraga, kepala Pusat Kurikulum, dan sederet kadudukan dan jabatan yang pernah disandangnya. Terakhir, beliau kembali ke habitatnya, yakni guru besar di Universitas Negeri Jakarta. Buku Landasan dan Arah Pendidikan Nasional ini menggambarkan setumpuk pengalaman dan sekaligus pandangan beliau tentang dunia pendidikan. Saya ikut memperoleh hadiah buku setebal 488 halaman itu, berkat pertemanan penulis dengan kerabat beliau. Terima kasih Pak Sudijarto. Dalam kesempatan itu, penulis menyampaikan tiga tajuk buku karya penulis, yaitu Mencerdaskan Kehidupan Bangsa, Menjadi Guru Efektif, dan Guru Sebagai Profesi, melalui sekretaris beliau.

Komite Sekolah Dan Pembangunan Daerah Tertinggal

Komite Sekolah saat ini dapat diumpamakan telah menjadi balita yang layak diajak untuk bermain, sejak Komite Sekolah dilahirkan tahun 2002 yang lalu. Pada mulanya, semua sekolah segera membentuk Komite Sekolah, karena untuk memperoleh subsidi, sekolah harus memiliki Komite Sekolah. Maka, terjadilah proses pembentukan Komite Sekolah secara instan. Setelah proses diadakan sosialisasi, akhirnya tumbuhlah Komite Sekolah sampai saat ini, dan mulailah terjadi proses interaksi Komite Sekolah dengan pemangku kepentingan yang lain, baik interaksi negatif dan positifnya.

Laporan Kegiatan Observasi Proses Pemilihan Pengurus Komite Sekolah Di SD Negeri Jono 2 Dan SD Negeri Wonorejo 2 Kabupaten Sragen

Tanggal 25 Mei 2007, mengadakan briefing kepada Korkab dan fasilitator, menanyakan tentang rencana dan langkah-langkah kegiatan yang akan dilaksanakan dalam proses pembentukan Komite Sekolah, termasuk jadwal kegiatan di semua sekolah di Kabupaten Sragen. Memberikan arahan yang diperlukan sekiranya penjelasan tentang rencana dan langkah-langkah tersebut terdapat hal-hal yang perlu disempurnakan.

Beberapa Titik Kritikal Dalam RPP Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, Khususnya Tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah

Konsep RPP tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan mempunyai titik-titik kritikal yang perlu dicermati. Konsep RPP itu adalah produk pembahasan di Ruang Menteri dan kemudian diedit bersih lagi oleh Pokja RPP pada tanggal 28 April 2008. Penulis mencoba membandingkan dengan azas legalitas yang mendahuluinya, yakni Kepmendiknas Nomor 044/U/2002 tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah, serta UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Penilaian Portofolio : Sertifikasi Guru Dalam Jabatan

Guru adalah komponen yang paling strategis dalam proses pendidikan. Jauh lebih statregis dibandingkan dengan dua komponen strategis lainnya, yaitu peserta didik dan kurikulum. Tanpa guru siapa yang akan melaksanakan proses pendidikan? Tanpa peserta didik siapa yang akan diajar? Dan tanpa kurikulum, apa yang akan diajarkan oleh guru kepada peserta didik? Dengan demikian ketiga komponen tersebut saling kait mengait tidak dapat dipisahkan. Proses pendidikan masih dapat berjalan walaupun katakanlah tidak dilengkapi dengan sarana yang memadai. Lebih dari itu, tanpa guru pendidikan tidak akan berjalan tanpa guru. Lebih dari itu, pendidikan yang baik memerlukan guru yang baik. Good education requires good teachers. Demikian pendapat kebanyakan peserta dan pakar pendidikan dalam sebuah acara konferensi internasional tentang pendidikan di Swiss (Bhaskara Rao, 2003: 28).

Menunggu Kelahiran Peraturan Pemerintah (PP) Tentang Pengelolaan Dan Penyelenggaraan Pendidikan

Menunggu memang termasuk pekerjaan yang membosankan. Menunggu pacar tersayang sekali pun. Demikian juga dengan menunggu kelahiran Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. PP itu antara lain ditunggu oleh semua insane pendidikan, termasuk Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah di seluruh tanah air.

Sekolah Gratis: Contoh Perjalanan Konsep Yang Belum Selesai

Sungguh! Bak harapan yang biasanya jauh panggang dari api dengan kenyataan. Bak teori yang sering berbeda dengan praktiknya. Bak janji yang sering tidak ditepati. Itulah konsep pendidikan gratis. Diskusi e-mail tentang konsep ini muncul sejak pertama kali saya kenal apa itu e-mail. Sampai saat ini pun diskusi itu belum usai. Apalagi ada titik temu. Sangat lucu dan lucu sekali. Wallahu alam.

Penguat Kapasitas Stakeholder

Ketika saya mencari bahan untuk menyusun makalah ini, saya menemukan satu tulisan yang cukup bagus dari Wahyu Wibowo dalam website http://www.wahyuwibowo.net bertajuk “Angka Pengangguran di Indonesia Tinggi, Tanyakan Mengapa?”. Satu tulisan yang sangat ringan dan sederhana. Siapa tahu tulisan itu akan mampu memberikan satu wacana tersendiri bagi kita, ketimbang kita terlalu dihadapkan masalah berat-berat yang bersifat teoritis atau malah filosofis. Beberapa butir jawabannya adalah sebagai berikut.

Pendidikan Pralahir (Prenatal Education)

Kita sering mendengar cerita tentang pengaruh perilaku pasangan suami istri terhadap bayi yang sedang dikandung sang istri. Cerita dari mulut ke mulut ini telah menjadi mitos yang dipercaya sejak zaman dulu kala. Misalnya, ada cerita seorang bapak, yang istrinya dalam keadaan mengandung, telah memukul cecak sampai kaki cecak itu putus. Apa yang terjadi kemudian? Anaknya ternyata telah lahir dalam keadaan putus kakinya. Ada cerita seorang ibu sedang mengandung telah memukul binatang sampai mulut binatang sobek. Apa yang terjadi kemudian? Konon, anaknya telah lahir dalam keadaan mulutnya sumbing. Dan masih banyak lagi cerita mitos seperti itu.

Dari Semarang ke Tegal

Kota dan kabupaten ini memang sudah pernah saya kunjungi. Tetapi belum sekali pun saya tulis. Bukan karena tidak ada yang menarik untuk ditulis. Bukan. Tetapi semata-mata karena masih belum ada keinginan saja. Itu saja. Biarlah. Itu masa lalu. Tetapi sekarang keingingan muncul. Seiring bertambah besarnya keinginan untuk menulis. Apa saja. Pada siang hari saya dan Ibu Romlah dari Direktorat Pembinaan TK dan SD, Ditektorat Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah saya telah sampai ke Simpang lima. Itulah landmark Kota Semarang, yang memang berbeda dengan kota-kota lain di Indonesia. Hotel Santika di tengah Kota Semarang memang mewah. Itulah tempat workshop WDD Australia Indonesia Basic Education Program (AIBEP) yang harus saya hadiri.

Isu Pendidikan dan Kebangkitan Nasional

Kebangkitan nasional tanpa pendidikan yang berkualitas? Mustahil!!. Karena sejarah telah memberikan saksi bahwa kelahiran kebangkitan nasional adalah berkat hasil pendidikan yang berkualitas. Para pendiri organisasi modern Budi Utomo, yang merupakan tonggak kebangkitan nasional, adalah hasil pendidikan yang berkualitas. Bila sebuah bangsa ingin maju, harus memulai semuanya dari pendidikan (JH. Abendanon). Berilah aku pendidikan dan kami akan bangkit sebagai bangsa yang memiliki cita-citra (RA. Kartini). Pendidikan adalah investasi utama satu bangsa (Sayidiman Suryohadipordjo). The key to a nation’s future is its human resources. It used to be its natural resources, but not any more. The quality and number of its educated people now determines a country’s likely prosperity or decline (Kenichi Ohmae, 1990 dalam The Borderless World). Kunci untuk masa depan suatu bangsa adalah sumber daya manusianya. Sama dengan sumber daya alamnya, tetapi kini telah habis, tidak ada lagi. Kualitas dan jumlah penduduk yang berpendidikan kini akan menentukan kemakmuran atau kemiskinan Negara yang bersangkutan. Demikianlah. Terlalu banyak argumentasi yang dapat dijadikan alasan untuk menunjukkan alasan bahwa pendidikan merupakan modal utama bagi kelahiran kebangkitan nasional di negeri ini.

Warung Kejujuran dan Kelahiran Inovasi

Ketika penulis menjadi guru di Pamekasan, Madura, pada tahun 70-an, penulis sering diminta istri untuk mampir di Warung “Sudi Mampir” untuk membeli es teler. Warung itu terletak di dekat jembatan. Satu bloks dengan Masjid Jamik Pamekasan. Warung “Sudi Mampir” begitu dikenal, bukan hanya karena es teler dan pisang gorengya yang manis, tetapi juga karena layanannya yang mudah, Ketika pembeli menunggu layanan es teler, pembeli mengambil sendiri seberapa banyak pisang goring yang mereka mau. Setelah pembeli selesai makan, penjual selalu menanyakan “habis berapa?” Penjual sama sekali tidak pernah berprasangka buruk apakah pembeli berlaku jujur atau sebaliknya. Selain itu, warung itu juga dikenal karena kecepatan menghitung jumlah rupiah yang harus dibayar oleh pembeli.

Wow, Dosen, Wow

Akhirnya menjadi dosen. Inilah yang barangkali harus penulis tekuni saat ini. Tak menyangka. Tak menduga. Kenyataan telah terjadi juga. Kebiasaan menulis lagi-lagi mungkin menjadi pemicunya. Inilah jalan kehidupan yang kini menjadi hiburan. Happy aja. Itu kata-kata anak muda sekarang. Memang bukan yang pertama kali. Sudah pernah penulis menjadi dosen di pondok pesantren. Di samping sejak awal memang telah menjadi guru di Sekolah Pendidikan Guru Negeri.

1-15 of 121 Next Page >>