Profil Suparlan


Saya dilahirkan pada tanggal 20 Mei 1949 di Desa Tawing, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, dari pasangan Bapak dan Ibu bernama Abdul Basir dan Siti Mailah. Saya adalah anak pertamanya, dan sejak berumur satu tahun --itu sih kata ibu saya -- saya dibesarkan oleh kakek saya bernama Amat Salim dan nenek saya bernama Sukijah. Saya beruntung karena kakek dan nenek saya telah membiayai sekolah saya sampai ke perguruan tinggi. "Teruskan sekolahmu, meski habis hartaku", demikian kata nenek pada suatu waktu kepada saya. Sekolah Rakyat (SR) saya tempuh di SR Tawing I pada tahun 1957 sampai lulus dengan juara pertama di kelas saya pada tahun 1962. Kemudian Sekolah Menengah Pertama (SMP)Trikora Munjungan saya selesaikan pada tahun 1965 sebagai juara kedua, dan Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Trenggalek diselesaikan pada tahun 1968 sebagai juara pertama, sampai akhirnya lulus pada Jurusan Geografi, Fakultas Keguruan Ilmu Sosial, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Malang pada tahun 1972 dengan memperoleh gelar sarjana muda (BA).

Setelah mengajar di sekolah swasta di STM Pertanian dan SMP Muhammadiyah di Singosari, SMA Taman Harapan di Kota Malang selama kurang lebih dua tahun, saya diangkat menjadi guru SPG Negeri Pamekasan pada tahun 1974. Pada tahun 1982 saya mencoba untuk mengikuti lomba karya tulis KORPRI, dan tidak disangka saya memperoleh juara pertama dengan hadiah satu juta rupiah, yang diberikan langsung oleh Ketua Dewan Pembina KORPRI Pusat, Bapak Amir Machmud, Menteri Dalam Negeri RI. Pada tahun 1982 itulah untuk pertama kalinya saya dapat menginjakkan kaki pertama kali ke Jakarta. Kereta api Mutiara Selatan telah menjadi saksi keberangkatan saya dari Surabaya ke Jakarta. Untuk pertama kalinya saya masuk gedung LIPI dan kemudian oleh panitia diantarkan ke Hotel Wisata Internasional. Kenangan selama di Jakarta untuk pertama kalinya seakan masih terbayang di depan mata saya.

Dari hadiah yang cukup besar inilah kemudian saya dapat meneruskan kuiah untuk mengambil ijazah sarjana lengkap dalam jurusan Pendidikan Sosial di Universitas Darul Ulum Jombang, dengan sistem kuliah Sabtu-Minggu. Pada tahun 1985 gelar sarjana lengkap dapat diperoleh dengan IP yang cukup tinggi, yakni 3,15.

Pada tahun 1986, saya mengikuti penataran di Balai Penataran Guru (BPG) Surabaya. Kebetulan penatarnya adalah seorang guru besar di University of Georgia, Amerika Serikat, bernama Mr. Merion Jenning Rice. Kesempatan dapat berkomunikasi dalam Bahasa Inggris benar-benar dimanfaatkan dalam kesempatan penataran itu. Mr. Rice tertarik, dan akhirnya memberikan kesempatan kepada saya untuk menjadi penerjemah (translator) dalam kegiatan penataran berikutnya di Ujung Pandang. Dan akhirnya, saya diberi kesempatan untuk mengikuti program tugas belajar di University of Houston, Texas, Amerika Serikat, dan lulus pada tahun 1988. Selepas itu, saya dipindahtugaskan dari guru SPG Negeri Pamekasan menjadi PNS di Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, dan diangkat menjadi Kepala Subbag Monitoring Pelaksanaan Rencana dan Program, Bagian Perencanaan, Setditjen Dikdasmen.

Setelah lima tahun menjadi Kasubbag, saya kemudian tertarik untuk menjadi Kepala Sekolah Indonesia di Kuala Lumpur. Sayang krisis moneter terjadi di Indonesia, sehingga jabatan sebagai kepala sekolah itu berlangsung sampai hampir lima tahun. Setelah kembali ke Ditjen Dikdasmen, akhirnya saya ditugaskan menjadi Kepala Bidang Pelayanan Teknis di PPPG Matematika Yogyakarta, sampai saat ini.