<rss version='2.0' xmlns:atom='http://www.w3.org/2005/Atom'><channel><title>Suparlan.com - RSS</title><link>http://www.suparlan.com</link><description>Suparlan.com Artikel &amp; Buku Tentang Pendidikan</description><atom:link href='http://www.suparlan.com/rss.xml' rel='self' type='application/rss+xml' /><language>ID</language><pubDate>Sat, 20 Mar 2010 00:00:00 GMT</pubDate><copyright>http://www.suparlan.com</copyright><managingEditor>phphr34k@yahoo.com (arifhs)</managingEditor><category>Suparlan.com</category><generator>CMS RSS News Feed</generator><item><title>PP Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, Benar-benar Telah Terbitkah?</title><pubDate>Thu, 11 Mar 2010 03:08:00 GMT</pubDate><description>Pada tanggal 2 Juli 2008, hampir dua tahun yang lalu, sebagai salah seorang yang bertugas sebagai konsultan individu Kegiatan Pembinaan Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah, saya telah menulis artikel pendel bertajuk &amp;ldquo;Menunggu Kelahiran Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan&amp;rdquo;, sebagaimana terlampir. Dalam artikel itu saya ingin menunjukkan kegelisahan saya yang dalam tentang betapa lambatnya pemerintah negeri ini dalam menindaklanjuti dan memenuhi amanat sebuah undang-undang. Pasal 75 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional telah mengamanatkan bahwa &amp;ldquo;Semua peraturan perundang-undangan yang diperlukan untuk melaksanakan Undang-undang ini harus diselesaikan paling lambat dua tahun terhitung sejak berlakunya Undang-undang ini&amp;rdquo;. &lt;a href=&quot;http://www.suparlan.com/pages/posts/pp-tentang-pengelolaan-dan-penyelenggaraan-pendidikan-benar-benar-telah-terbitkah-276.php&quot;&gt;More...&lt;/a&gt;</description><link>http://www.suparlan.com/pages/posts/pp-tentang-pengelolaan-dan-penyelenggaraan-pendidikan-benar-benar-telah-terbitkah-276.php</link><author>Administrator</author></item><item><title>Menunggu Kelahiran Peraturan Pemerintah (PP) Tentang Pengelolaan Dan Penyelenggaraan Pendidikan</title><pubDate>Sun, 07 Mar 2010 20:50:34 GMT</pubDate><description>Menunggu memang termasuk pekerjaan yang membosankan. Menunggu pacar tersayang sekali pun. Demikian juga dengan menunggu kelahiran Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. PP itu antara lain ditunggu oleh semua insane pendidikan, termasuk Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah di seluruh tanah air. &lt;a href=&quot;http://www.suparlan.com/pages/posts/menunggu-kelahiran-peraturan-pemerintah-pp-tentang-pengelolaan-dan-penyelenggaraan-pendidikan-188.php&quot;&gt;More...&lt;/a&gt;</description><link>http://www.suparlan.com/pages/posts/menunggu-kelahiran-peraturan-pemerintah-pp-tentang-pengelolaan-dan-penyelenggaraan-pendidikan-188.php</link><author>Administrator</author></item><item><title>Anakmu Bukanlah Anakmu</title><pubDate>Sun, 07 Mar 2010 19:54:01 GMT</pubDate><description>ANAKMU bukan anakmu,
Anak adalah kehidupan, mereka sekedar lahir,
melaluimu tetapi bukan berasal darimu.
Walaupun bersamamu tetapi bukan milikmu,
curahkan kasih sayang tetapi bukan memaksakan pikiranmu,
karena mereka dikaruniai pikirannya sendiri. &lt;a href=&quot;http://www.suparlan.com/pages/posts/anakmu-bukanlah-anakmu-273.php&quot;&gt;More...&lt;/a&gt;</description><link>http://www.suparlan.com/pages/posts/anakmu-bukanlah-anakmu-273.php</link><author>Administrator</author></item><item><title>Susahnya Membuat Renstra</title><pubDate>Thu, 25 Feb 2010 18:52:19 GMT</pubDate><description>Dalam empat hari dari tanggal 22 &amp;ndash; 25 Februari 2010, saya bersama teman-teman NT (national trainer) AIBEP (Australia-Indonesia Basic Education Program) sedang melakukan penilaian terhadap naskah Rencana Strategis (renstra) Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan RPS (Rencana Pengembangan Sekolah) yang disusun sekolah-sekolah yang memperoleh bantuan (grant) dari Pemerintah Australia. Renstra itu disusun sebagai tindak lanjut dari kegiatan pelatihan yang diselenggaran AIBEP. &lt;a href=&quot;http://www.suparlan.com/pages/posts/susahnya-membuat-renstra-272.php&quot;&gt;More...&lt;/a&gt;</description><link>http://www.suparlan.com/pages/posts/susahnya-membuat-renstra-272.php</link><author>Administrator</author></item><item><title>Temu Kangen Pensiunan Bagian Perencanaan Mandikdasmen</title><pubDate>Mon, 15 Feb 2010 08:37:18 GMT</pubDate><description>Dua kata-kata mutiara itu tentang pentingnya sahabat sejati dalam kehidupan kita. Sangat menyentuh hati. Menjadi kawan sejati yang bejalan di sisi, bukan di depan atau juga bukan di belakang, tetapi bergandeng tangan, alangkah indahnya. Kawan sejati memberikan yang terbaik. Juga bukan membuat masalah jadi masalah, tetapi mencoba memecahkannya. &lt;a href=&quot;http://www.suparlan.com/pages/posts/temu-kangen-pensiunan-bagian-perencanaan-mandikdasmen-271.php&quot;&gt;More...&lt;/a&gt;</description><link>http://www.suparlan.com/pages/posts/temu-kangen-pensiunan-bagian-perencanaan-mandikdasmen-271.php</link><author>Administrator</author></item><item><title>Laporan Kegiatan Fasilitasi Workshop Pengembangan Madrasah Terpadu Untuk MTs – PSA</title><pubDate>Sun, 14 Feb 2010 22:07:59 GMT</pubDate><description>Dua kali komunikasi via HP dari MCPM kepada saya telah menghasilkan kesepakatan bahwa saya harus berangkat ke satu daerah yang belum pernah saya kunjungi, yakni Inna Samudra Beach Hotel, Kabupaten Sukabumi. Keberangkatan saya tersebut adalah untuk menjadi fasilitator dalam kegiatan workshop Pengembangan Madrasah Terpadu untuk MTs-MTs dari kawasan Bogor yang telah memperoleh bantuan dari AIBEP (Australia-Indonesia Basic Education Project). &lt;a href=&quot;http://www.suparlan.com/pages/posts/laporan-kegiatan-fasilitasi-workshop-pengembangan-madrasah-terpadu-untuk-mts-ndash-psa-269.php&quot;&gt;More...&lt;/a&gt;</description><link>http://www.suparlan.com/pages/posts/laporan-kegiatan-fasilitasi-workshop-pengembangan-madrasah-terpadu-untuk-mts-ndash-psa-269.php</link><author>Administrator</author></item><item><title>Dewan Pendidikan Nasional, Kapankah Dibentuk?</title><pubDate>Mon, 01 Feb 2010 06:07:25 GMT</pubDate><description>Pertanyaan itu sering disampaikan oleh Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota dalam kegiatan workshop Dewan Pendidikan yang diadakan oleh Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. Wajar sekali jika mereka menanyakan mengenai hal itu, karena keberadaan Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota telah dibentuk sejak tahun 2002, sesuai dengan Kepmendiknas Nomor 044/U/2002 tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah. Selain itu, Dewan Pendidikan Nasional memang telah tertuang dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 56 (2). &lt;a href=&quot;http://www.suparlan.com/pages/posts/dewan-pendidikan-nasional-kapankah-dibentuk-268.php&quot;&gt;More...&lt;/a&gt;</description><link>http://www.suparlan.com/pages/posts/dewan-pendidikan-nasional-kapankah-dibentuk-268.php</link><author>Administrator</author></item><item><title>Lesson Study dan Peningkatan Kompetensi Guru</title><pubDate>Fri, 22 Jan 2010 21:56:03 GMT</pubDate><description>Lesson study merupakan konsep baru dalam dunia pendidikan di Indonesia. Terus terang, selama mengikuti kuliah di Sekolah Pendidikan Guru (SPG) sampai dengan di perguruan tinggi yang dahulu dikenal dengan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP), penulis belum pernah memperoleh mata kuliah tentang lesson study. Bahkan ketika meneruskan pendidikan pada jenjang master pun, penulis juga belum pernah memperoleh mata kuliah tentang lesson study ini. &lt;a href=&quot;http://www.suparlan.com/pages/posts/lesson-study-dan-peningkatan-kompetensi-guru-263.php&quot;&gt;More...&lt;/a&gt;</description><link>http://www.suparlan.com/pages/posts/lesson-study-dan-peningkatan-kompetensi-guru-263.php</link><author>Administrator</author></item><item><title>Empat Pilar Pembangunan Pendidikan</title><pubDate>Fri, 22 Jan 2010 21:54:49 GMT</pubDate><description>Kita telah cukup lama mengenal istilah &amp;ldquo;Tiga Pilar Pembangunan Pendidikan&amp;rdquo;. Istilah &amp;ldquo;Tiga Pilar Pembangunan Pendidikan&amp;rdquo; tersebut tertuang di dalam Renstra Depdiknas 2005 &amp;ndash; 2009. Oleh karena itu, setidaknya istilah tersebut telah kita kenal dan gunakan selama lebih dari lima tahun, dan dengan demikian telah sekian lama menjadi bahan pidato para pejabat dalam periode tersebut. Ketiga pilar itu adalah: (1) pemerataan dan peningkatan akses pendidikan, (2) peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing, serta (3) peningkataan manajemen pendidikan, akuntabilitas, dan citra publik. &lt;a href=&quot;http://www.suparlan.com/pages/posts/empat-pilar-pembangunan-pendidikan-264.php&quot;&gt;More...&lt;/a&gt;</description><link>http://www.suparlan.com/pages/posts/empat-pilar-pembangunan-pendidikan-264.php</link><author>Administrator</author></item><item><title>Mengkritisi Komite Sekolah</title><pubDate>Fri, 22 Jan 2010 21:54:11 GMT</pubDate><description>Satu hal yang patut disyukuri pada era reformasi adalah imbas positif terhadap dunia pendidikan. Otonomi daerah yang dilegalisasi lewat Undang-undang&amp;nbsp; Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan kemudian disempurnakan menjadi UU Nomor 32 tahunn 2004, menjadi rahim yang telah melahirkan desentralisasi pendidikan. Paradigma lama yang menempatkan pemerintah pusat sebagai pemegang kebijakan utama (sentralisasi) dikikis sedemikian rupa menjadi paradigma baru yang lebih populis. &lt;a href=&quot;http://www.suparlan.com/pages/posts/mengkritisi-komite-sekolah-266.php&quot;&gt;More...&lt;/a&gt;</description><link>http://www.suparlan.com/pages/posts/mengkritisi-komite-sekolah-266.php</link><author>Administrator</author></item><item><title>Mengapa Orang Yahudi Banyak Yang Pintar?</title><pubDate>Fri, 22 Jan 2010 21:53:20 GMT</pubDate><description>Tanpa bermaksud untuk mendramatisasi tentang orang Israel dan atau orang Yahudi, saya ingin berbagi informasi yang saya peroleh dari membaca terjemahan H. Maaruf Bin Hj. Abdul Kadir (guru besar berkebangsaan Malaysia) dari Universitas Massachuset USA tentang penelitian yang dilakukan oleh DR.Stephen Carr Leon. Penelitian DR Leon ini adalah tentang pengembangan kualitas hidup orang Israel atau orang Yahudi. &lt;a href=&quot;http://www.suparlan.com/pages/posts/mengapa-orang-yahudi-banyak-yang-pintar-265.php&quot;&gt;More...&lt;/a&gt;</description><link>http://www.suparlan.com/pages/posts/mengapa-orang-yahudi-banyak-yang-pintar-265.php</link><author>Administrator</author></item><item><title>Komite Sekolah, Sejarah dan Prospeknya di Masa Depan</title><pubDate>Fri, 22 Jan 2010 21:47:42 GMT</pubDate><description>Empat sekawan telah mencoba menulis buku ini secara kolaboratif. Empat sekawan itu adalah Ir. Sri Renani Pantjastuti, M.Si, Drs. Agus Haryanto, M.Ed, Drs. Suparlan, M.Ed, dan Yudistira W, S.Sos, M.Si. Keempatnya sejak lama telah terlibat dalam proses fasilitasi pembentukan Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah sampai dengan pelaksanaan program pemberdayaan Komite Sekolah sampai sekarang. &lt;a href=&quot;http://www.suparlan.com/pages/posts/komite-sekolah-sejarah-dan-prospeknya-di-masa-depan-157.php&quot;&gt;More...&lt;/a&gt;</description><link>http://www.suparlan.com/pages/posts/komite-sekolah-sejarah-dan-prospeknya-di-masa-depan-157.php</link><author>Administrator</author></item><item><title>Delapan Program Seratus Hari Depdiknas</title><pubDate>Thu, 19 Nov 2009 21:00:49 GMT</pubDate><description>Mengapa harus seratus hari? Teman saya mencoba berfikir kritis terhadap program seratus hari Kabinet Indonesia Bersatu II (KIB II). Penulis menanggapi pertanyaan teman tersebut dengan rileks. &amp;lsquo;Seharusnya yang paling penting ditanyakan adalah apa programnya, bukan berapa harinya&amp;rsquo;, jawab penulis sekenanya. Meskipun demikian, penulis tetap saja mencoba mencari jawaban rasionalnya, mengapa seratus hari. &lt;a href=&quot;http://www.suparlan.com/pages/posts/delapan-program-seratus-hari-depdiknas-262.php&quot;&gt;More...&lt;/a&gt;</description><link>http://www.suparlan.com/pages/posts/delapan-program-seratus-hari-depdiknas-262.php</link><author>Administrator</author></item><item><title>Program Bermutu Untuk Guru</title><pubDate>Sun, 18 Oct 2009 00:49:32 GMT</pubDate><description>Sejak pencanangan guru sebagai profesi oleh Presiden SBY pada tahun 2005 yang lalu, perhatian perhatian terhadap guru memang mulai bangkit kembali. Bahkan upaya peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan telah diwadahi dalam satu direktorat jenderal tersendiri, yakni Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK). &lt;a href=&quot;http://www.suparlan.com/pages/posts/program-bermutu-untuk-guru-261.php&quot;&gt;More...&lt;/a&gt;</description><link>http://www.suparlan.com/pages/posts/program-bermutu-untuk-guru-261.php</link><author>Administrator</author></item><item><title>Remarks by the President in Discussion with 9th Graders</title><pubDate>Sun, 18 Oct 2009 00:48:39 GMT</pubDate><description>THE PRESIDENT: Thank you. So this is the first day of high school? STUDENTS: Yes. THE PRESIDENT: Wow. I'm trying to remember back to my first day of high school. I can't remember that far back. But it is great to see all of you here. I'm really proud of my Secretary of Education, Arne Duncan, who is just doing a great job trying to create an environment where all of you can learn. And I know it's a little intimidating with all these cameras around and all this &lt;a href=&quot;http://www.suparlan.com/pages/posts/remarks-by-the-president-in-discussion-with-9th-graders-260.php&quot;&gt;More...&lt;/a&gt;</description><link>http://www.suparlan.com/pages/posts/remarks-by-the-president-in-discussion-with-9th-graders-260.php</link><author>Administrator</author></item></channel></rss>